Surat dari Ayah

https://2.bp.blogspot.com/-Y0CNTMgZa2Y/WHiIVbnFzcI/AAAAAAAAAes/GoDoCunTsf0RgSEwCAkPh5gBZwpviwvYwCLcB/s72-c/Surat%2BDari%2BAyah%2B2.png click to zoom
Ditambahkan 1/12/2017 11:58:00 PM
Kategori Pengembangan Diri
Harga Rp 32.000 @ Judul : Surat dari Ayah Penulis : Syaikh Muhammad Syakir Al-Iskandariyah Tebal : viii + 112 hlmn. ; 14 x 21 cm ISBN : 9...
Share
Beli Sekarang

Deskripsi Surat dari Ayah

Rp 32.000 @

Judul : Surat dari Ayah
Penulis : Syaikh Muhammad Syakir Al-Iskandariyah
Tebal : viii + 112 hlmn. ; 14 x 21 cm
ISBN : 978-602-6240-99-6



Martin Van Bruinessen, seorang orientalis yang meneliti pendidikan Islam di Indonesia menempatkan kitab Washaya Al-Abaa Lil Abnaa sebagai kitab pendidikan akhlak yang banyak dipelajari oleh anak-anak ibtidaiyah (sekolah dasar) dan tsanawiyah (sekolah menengah).Berkenaan dengan problematik akhlak saat ini, maka sesuai dengan hakikat dan tujuan pendidikan akhlak, menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Buku yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Syakir Al-Iskandariyah ini berisi tentang wasiat-wasiat yang berupa pesan dari seorang ayah untuk anak-anaknya. Di dalam buku ini, penulis menempati posisi sebagai seorang guru sekaligus ayah, sementara pembaca menempati posisi sebagai peserta didik yang tengah diberi nasihat oleh beliau. Maka, ketika membaca kitab ini terdapat interaksi seolah-olah kita tengah dinasihati langsung oleh guru sekaligus ayah kita.

Dengan hadirnya buku ini, semoga mempermudah pembaca dalam mempelajari dan memahami maksud isi kitab yang telah ditulis oleh beliau lebih dari satu abad yang lalu—terhitung sejak tahun kitab ini terbit. Dan semoga mampu menjawab problematik akhlak dewasa ini serta bermanfaat bagi peneliti lanjutan dan praktisi kependidikan.


Komentar