Latest Posts

Profesi Penulis, Sama Mulianya dengan Profesi Guru dan Dokter

By 8/15/2017 06:53:00 PM




Setiap orang akan merasa bangga jika ia telah sukses berprofesi sesuai dengan yang ia cita-citakan. Namun terkadang, profesi yang telah lama dicita-citakan itu mendapat kesan berbeda dari keluarga dan orang-orang sekitar. Sebut saja profesi penulis, orang-orang masih menganggap bahwa profesi itu tidak lebih baik dari guru atau dokter. Jika profesi guru dan dokter dianggap mulia karena telah berjasa membuat orang terhindar dari kebodohan dan sembuh dari penyakit, maka sudah seharusnya profesi penulis juga dianggap mulia karena telah berjasa mendatangkan perubahan baik pada diri seseorang.
                 
Penulis yang profesional sebenarnya tidak lantas ditujukan untuk mereka yang telah diakui sebagai penulis saja atau untuk mereka yang telah menelurkan banyak buku. Namun lebih kepada mereka yang berhasil mendatangkan perubahan baik pada diri pembacanya. Perubahan baik yang dimaksud bermakna luas, bahkan sangat luas. Bisa jadi membuat orang terhibur, orang yang semula sedih berubah bahagia setelah membaca buku karangan penulis. Bisa jadi membuat orang termotivasi, orang yang semula depresi berubah semangat lagi setelah membaca buku karangan penulis. Bisa jadi membuat pengetahuan orang lain bertambah. Dan masih banyak perubahan yang tidak bisa disebutkan satu per satu di sini.
                
Kenyataan yang terjadi di lapangan adalah tidak semua orang berminat membaca buku. Berbeda dengan guru dan dokter. Diakui atau tidak, semua orang dengan jelas pergi ke sekolah bertemu guru untuk menghilangkan kebodohan. Semua orang dengan jelas pergi ke rumah sakit atau puskesmas untuk menyembuhkan penyakit yang diderita. Namun tidak semua orang mau pergi ke toko buku atau perpustakaan untuk membaca buku-buku karangan penulis, entah karena malas, entah karena tidak punya uang untuk membeli buku, entah karena alasan apa. Benar-benar disayangkan karena orang-orang tertentu saja yang memiliki kesadaran tentang manfaat membaca buku. Tidak mengherankan jika sebagian besar orang yang menganggap profesi penuli tidak lebih baik dari guru dan dokter adalah mereka yang tidak punya minat membaca buku.
               
Situasi tersebut menjadi PR penting bagi orang-orang yang bercita-cita atau sudah berprofesi sebagai penulis. Bahwa menulis tidak hanya untuk mencari ketenaran. Bahwa menulis tidak hanya untuk mencari penghasilan. Bahwa menulis tidak untuk menyalurkan hobi semata. Namun juga untuk mendatangkan perubahan baik pada diri seseorang. Jika semua penulis menanamkan tujuan ini, bukankah sudah bisa dikatakan bahwa profesi penulis sama mulianya denga profesi guru dan dokter?
                 
Semoga bermanfaat!
               

You Might Also Like

0 komentar