Latest Posts

Agar Alur Novel yang Kita Buat Tidak Mudah Ditebak Pembaca

By 9/03/2017 08:25:00 AM



Menulis novel bukanlah kegiatan yang hanya dikerjakan sekilas dan dalam kurun waktu yang singkat. Menulis novel adalah kegiatan yang membutuhkan ide yang matang, pengerjaan yang konsisten namun tetap memperhatikan teknik penulisan yang baik dan benar. Tidak ada novel yang dikerjakan secara kilat, meskipun ada, pembaca mungkin akan mengalami kebosanan karena ide novel yang kurang digali. Kemungkinan lain, pembaca akan merasa malas melanjutkan membaca karena alur cerita yang bisa ditebak dengan mudah.
       
Pada dasarnya cerita dalam novel dibagi menjadi tiga bagian: pembuka yang memuat pengenalan tokoh, setting, dan sebagainya; konflik yang memuat permasalahan dan ketegangan; serta penutup yang berisi penyelesaian konflik. Tiga bagian inilah yang kemudian dihubungkan oleh alur. Alur yang menarik adalah alur yang bisa memicu rasa penasaran pembaca, dan rasa penasaran itulah yang mengantarkan pembaca menuntaskan buku sampai tamat. Lalu, bagaimana dengan alur yang tidak menarik? Jelas, alur yang membuat pembaca menutup buku tanpa berniat melanjutkan membaca sampai tamat disebut alur yang tidak menarik. Pembaca merasa sudah terlalu sering membaca cerita dengan alur seperti itu, bisa ditebak bagaimana kelanjutannya.
       
Tidak mau kan pembaca kita menutup buku begitu saja tanpa membaca sampai tuntas? Nah berikut tips simpel agar alur novel kita tidak mudah ditebak oleh pembaca.

1. Perbanyak membaca novel karangan novelis bestseller dan mega bestseller
Mengapa membaca menjadi poin pertama dalam artikel ini? Mengapa tidak langsung memuat tips cara menulis alur yang menarik? Ya, karena membaca adalah cara pertama untuk belajar menulis. Membaca, membaca, membaca, lalu menulis. Dengan membaca novel-novel karangan novelis bestseller dan mega bestseller, kita akan mengetahui alur cerita menarik yang dibuat oleh mereka dan lantas akan menambah variasi pengetahuan kita tentang alur yang oke, tidak membosankan, serta membuat pembaca ketagihan untuk terus membaca. Sebut saja novelis bestseller nasional Tere Liye, Asma Nadia, Andrea Hirata, dan siapa sih yang tidak tahu novelis mega bestseller nan misterius bernama Ilana Tan? Yuk tambah variasi pengetahuan tentang alur yang disukai pembaca dengan melahap novel-novel mereka!

2. Buat daftar taksiran tebakan pembaca
Membuat daftar taksiran tebakan pembaca maksudnya kita membuat daftar perkiraan pikiran pembaca dalam menebak alur cerita yang kita buat.

Contoh konflik cerita:
Alya dihukum gurunya karena ketahuan menyontek padahal ia terkenal sebagai murid yang pintar.
Tebakan pembaca:
1. Alya difitnah
2. Alya benar menyontek karena semalam tidak belajar
Yang terjadi selanjutnya:
Alya sengaja mengeluarkan kertas kecil di titik di mana gurunya bisa melihat kegiatannya itu untuk mengalihkan perhatian gurunya karena sahabat cowok yang sedang ia sukai hampir ketahuan menyontek. Demi melindungi sahabatnya, Alya melakukan itu.

Dari contoh di atas, kita asumsikan bahwa pembaca memperkirakan dua hal, jika bukan Alya yang difitnah temannya berarti Alya benar menyontek untuk mempertahankan nilainya agar tetap bagus. Namun ternyata yang terjadi selanjutnya di luar perkiraan pembaca. Alya menyontek atas dasar kesengajaannya sendiri demi melindungi sahabatnya.

3. Berdiskusi dengan teman (non penulis) yang suka membaca novel
Berikan pertanyaan kepada teman perihal cerita seperti apa yang ingin sekali dia baca sampai tuntas dalam hitungan jam. Jawaban-jawabannya akan membuat kita merefleksikan novel yang sedang kita buat. Kemudian, tanpa memberitahu tentang novel yang sedang kita buat itu, mintalah dia berpendapat tentang seluk beluk novel kita. Mengapa tanpa memberitahu? Karena untuk memunculkan kejujuran dia ketika berpendapat. Lalu kalau tidak punya teman yang suka membaca novel bagaimana? Ya cari sampai ketemu! Menjadi penulis, kita tidak bisa sendirian, kita butuh teman.

4. Perbanyak menonton film dan drama korea
Poin terakhir ini memang tidak berhubungan secara langsung dengan kegiatan menulis dan membaca namun sangat efektif untuk merefresh otak setelah sebelumnya berjibaku dengan huruf-huruf. Karena bagaimanapun otak perlu istirahat dan penyegaran agar bisa terus bekerja. Terlebih otak bekerja ekstra ketika kita sedang menulis. Hampir sama dengan membaca novel di poin 1, menonton film dan drama akan menambah variasi pengetahuan kita tentang alur yang tidak mudah ditebak penonton. Jadi sambil menyegarkan otak bisa sekalian mempelajari bagaimana membuat alur cerita yang tidak membosankan.

Finally, selamat berusaha membuat pembaca novelmu terhipnotis dengan alur cerita yang menarik! Semoga bermanfaat.

You Might Also Like

0 komentar