Latest Posts

Hal-hal yang Membuat Editor (Penerbit Indie) Semangat Mengedit Novel Kamu

By 11/24/2017 10:26:00 PM



Novel yang sukses dan laris tentu menjadi cita-cita semua penulis novel dong ya. Nah, kesuksesan novel-novel yang laris di luar sana tidak semata-mata atas usaha penulis saja lho writers, namun juga berkat campur tangan orang-orang keredaksian penerbit. Atas kerjasama pendesain sampul, penata letak, dan editor lah sebuah novel bisa terbit dan siap untuk dipasarkan. Fyi, editor merupakan orang keredaksian yang berpengaruh paling besar dalam proses penerbitan naskah.

Tugas editor di penerbit indie termasuk lebih ringan jika dibandingkan dengan editor di penerbit mayor. Editor penerbit indie tidak sampai berperan mencari naskah sesuai konsep yang laris di pasaran karena penerbit indie tidak menerapkan aturan seleksi. Karena tidak adanya aturan seleksi itulah yang menjadi alasan hampir semua naskah yang masuk ke penerbit indie perlu perbaikan sana-sini.

Berbeda dengan naskah yang akan diterbitkan di penerbit mayor melalui sistem seleksi ketat, naskah yang akan diterbitkan di penerbit indie cenderung membuat editor kewalahan menyelesaikan tugasnya. Ya namanya juga tanpa seleksi, dari naskah yang bagus sampai yang ‘memprihatinkan’ bisa masuk semua. Hal tersebut akan berimbas pada mood editor. Sebenarnya bukan naskah ‘memprihatinkan’ saja yang membuat editor tidak begitu bersemangat mengedit, naskah yang rapi dan bagus pun kadang juga tidak menggugah selera editor untuk mengedit karena berbagai alasan.

Mengedit naskah merupakan pekerjaan yang membutuhkan fokus penuh. Tidak jarang fokus editor menjadi luntur hanya karena naskah yang sedang diedit itu ternyata tidak menarik. Kalau sudah begitu, bisa-bisa novel yang kamu terbitkan secara indie itu hasilnya tidak maksimal. Duh, jangan sampai hal seperti itu terjadi pada novel kamu ya.

Lalu bagaimana cara agar hasil terbit novelnya maksimal dan tidak kalah dengan novel-novel yang ditebitkan penerbit mayor? Caranya adalah dengan memicu semangat editor untuk mengedit novel kamu. Kalau editor sudah semangat dan punya mood yang bagus dalam mengedit novel kamu, editor akan mengusahakan kemampuan terbaiknya demi menghasilkan hasil terbit yang maksimal.

Nah, apa saja hal-hal yang membuat editor bersemangat mengedit novel kamu? Jawabannya ada di uraian berikut:

1. Prolog atau bab awal yang bagus
Karena bagus ini relatif dan tidak ada parameter prolog yang bagus itu yang seperti apa, alternatifnya bisa dengan membaca dan mencermati prolog novel-novel best seller nasional. Ibarat menonton film, kalau adegan di awalnya membosankan ya pasti tidak akan ditonton sampai akhir. Begitu pula dengan membaca novel. Kalau editor sudah terkagum-kagum dengan prolog yang kamu buat, jangan ditanya lagi gimana selanjutnya. Editor sudah pasti akan semangat mengeksekusi naskah novel kamu bab demi bab sampai tidak terasa sudah hampir menuju ending

2. Blurb dan sinopsis (keseluruhan cerita) yang menarik
Tujuannya agar editor bisa menangkap ide dasar cerita novel kamu itu seperti apa. Usahakan mengambil ide yang unik dan sarat akan pesan moral untuk generasi milenial. Kalau ide kamu ternyata sudah pernah ada di novel lain, it’s okay. Asal, kamu tonjolkan satu keunikan yang akan membuat novel kamu berbeda dari novel-novel yang pernah ada. Keunikan itulah yang akan memicu ketertarikan editor. And so, gali dalam-dalam ide kamu agar editor menggebu-gebu ingin segera menyelesaikan tugasnya.


3. Konflik
Konflik adalah poin terpenting dalam novel. Bayangkan jika di dalam novel tidak ada konflik, maka tidak akan muncul ketegangan, tidak akan muncul perasaan-perasaan senang, sedih, baper. Dan pada akhirnya hanya berujung cerita membosankan. 

4. Profil penulis yang menarik
Eits! Maksudnya bukan isi profilnya yang dibagus-bagusin lho ya. Bukan itu yang pertama kali dilihat editor, melainkan gaya bahasa penulis dalam menarasikan dirinya sendiri. Kalau editor menemukan gaya bahasa yang tidak menggugah selera ketika membaca di dalam halaman profil penulis, sudah pasti akan menurunkan mood editor sehingga tidak semangat ketika akan membaca bagian inti novelmu. Jadi, buatlah profil semenarik mungkin, tentu saja dengan gaya bahasa khas kamu sendiri. 

5. Teknik penulisan show bukan tell
Maksudnya, buat tulisan dengan menunjukkan detail cerita yang kuat, tidak hanya menceritakan alur. Sebab dengan begitu, panca indera editor akan ikut terlibat sehingga tidak akan bosan mengeksekusi novel kamu.
Contoh teknik tell:
Haris merasa kedinginan karena angin yang masuk dari jendela.
Contoh teknik show:
Udara pagi menampar wajah Haris begitu dia membuka jendela. Dia mengigil, tangannya dilipatkan ke dada sambil sesekali meniup-niup telapak tangannya.

Bagaimana? Masih mau nerbitin novel indie tapi kualitas nggak kalah sama novel-novel mayor? Kalau iya, silakan dipraktekkan hal-hal di atas. Seenggaknya kalau editor udah kepincut jatuh cinta sama novel kamu, kebayang dong gimana respon pembaca kamu?

You Might Also Like

0 komentar