Latest Posts

Tips Membuat Cerpen untuk Penulis Pemula

By 12/12/2017 10:45:00 PM



Menemukan kegiatan yang ‘aku banget’ memang sangat menyenangkan ya. Dan setelah tahu kalau ternyata kita punya passion menulis cerpen, rasa semangat jadi semakin kuat dari hari ke hari. Terus kepikiran ‘kok baru sekarang?’, ‘kenapa nggak dari dulu?’, ‘ngapain aja aku kemarin-kemarin?’. Nggak masalah jika baru sekarang punya semangat nge-passion, daripada nggak sama sekali.

Untuk kamu yang baru-baru ini memasukkan menulis cerpen dalam daftar kegiatan favorit, pasti nggak lepas dari kesulitan-kesulitan dalam melakukannya. Itulah tantangan wajar ketika berada di tangga pemula. Jangan patah semangat dulu! Cobain dulu tips-tips berikut:

1. Luangkan waktu mencari ide
 


Misalnya dengan mencoret-coret di notes. Tulis apa pun, pokoknya yang sedang melintas di kepala silakan dituangkan. Lalu pilih-pilih mana yang cocok untuk dikembangkan jadi cerpen. Namanya penulis ya diawali dengan menulis dong, sekalipun ide masih ambyar. Daripada bengong nggak jelas, nunggu si ide nggak dateng-dateng, ujung-ujungnya malah dicolek makhluk halus. Kan nggak kece banget. 

2. Baca buku atau nonton film
 


Nah kalau merasa buntu, nggak ada sesuatu yang bisa dituangkan di notes, mungkin otak kamu sedang butuh penyegaran. Lakukan kegiatan yang bisa membuat otak santai. Contohnya baca buku, nonton film, berselancar internet, atau jalan-jalan. Barangkali di tengah melakukan kegiatan itu, tiba-tiba dapat ide yang bisa dikembangkan jadi cerpen.

3. Sudah punya ide, langsung eksekusi
 


Jangan nunda-nunda buat mengeksekusi ide kamu itu. Mau ngumpulin niat dulu? Mau santai-santai dulu karena seharian beraktivitas? Nanti malah nggak kesampaian nulisnya lho. Write now!

4. Tulis, jangan sambil ngedit
 


Masalah umumnya adalah banyak penulis pemula yang blank, bingung apa yang mau ditulis. Itu karena mereka terlalu asik moles-moles biar enak dibaca, jadi bingung selanjutnya mau nulis apa. Tulis aja jangan sambil ngedit. Nggak apa-apa jadinya ancur, baru draft pertama kok. Kan nanti bisa diendapin dulu, baru kemudian diedit. Yang penting apa yang ingin disampaikan, ide-ide liar yang ada di kepala itu bisa tertuang semua di atas Ms. Word. 

5. Self-editing
 


Biasanya penulis pemula udah keburu puas sama cerpen yang mereka buat, padahal itu baru berupa draft pertama yang masih butuh polesan-polesan. Seringkali juga merasa aneh baca naskah sendiri. Ya memang aneh sih, ditulis-ditulis sendiri kemudian dibaca-dibaca sendiri. Itulah kenapa perlu adanya pengendapan. Dalam masa pengendapan itu kamu dituntut untuk amnesia, lupakan kalau kamu pernah menulis cerpen berjudul X misalnya. Fokus aja melakukan kegiatan lain. Setelah berhari-hari, atau target masa pengendapan habis, barulah dibaca, bukan dari kacamata penulis melainkan dari kacamata pembaca agar objektif. Nanti pasti akan kelihatan cerpen kamu itu sudah enak dibaca atau belum. Dalam self-editing pula, sesuaikan aturan-aturan penulisan cerpen yang baik dan benar. Jangan sampai ada dosa satu pun.

Dan… selamat, cerpen terbaik kamu sudah jadi.
Jangan lupa ikutan lomba menulis cerpen bertema “Dejavu” bersama Penerbit Hanami, info selengkapnya klik Lomba Menulis Cerpen Tema Déjà vu

You Might Also Like

0 komentar