Malam Kita yang Baru

https://3.bp.blogspot.com/-d8n0PCnlLRk/WtRUsR0SmnI/AAAAAAAABVw/73qm_CQ1HZQF9NgmBSEsb_Ijxc9Td6pOwCLcBGAs/s72-c/Cover%2BUpload%2B-%2BMalam%2BKita%2BYang%2BBaru.jpg click to zoom
Ditambahkan 4/16/2018 12:51:00 AM
Kategori Kumpulan Puisi
Harga Rp 33.000 @ Judul : Malam Kita yang Baru Penulis : Desiya Jung, dkk. Tebal : 72 hlmn. 14 x 21 cm ISBN : 978-602-5729-12-6 Inilah ...
Share
Beli Sekarang

Deskripsi Malam Kita yang Baru

Rp 33.000 @

Judul : Malam Kita yang Baru
Penulis : Desiya Jung, dkk.

Tebal : 72 hlmn. 14 x 21 cm
ISBN : 978-602-5729-12-6



Inilah puisi-puisi karya para penyair generasi milenial yang di depan matanya tumbuh rimbun kota-kota, di tangannya gawai dan perasaan "menemu" kekasih berkelebatan hilir-mudik dari buku ke pena, dari imajinasi ke puisi. Melahirkan kelebatan rasa sendu, pahit, juga manis dan ceruk pasrah atas cinta.

Seperti kata Ayumi Hara, "cukup duduk manis sambil buka satu halaman saja, kau kan tahu betapa manisnya sebuah buku, seperti bibirku." Tak perlu bersusah. Cukup dirayakan dengan sukacita apa yang ada. Lalu tanggungjawab yang seakan menjelma beban berat, terbayang ringannya.

Cinta dalam berbagai rasa, yang dihadirkan di buku kumpulan puisi ini, dari berbagai pengalaman para penyairnya. Meskipun kita semua tidak sepenuhnya memahami cinta, ia selalu merupakan hal paling menarik, kata Bima dalam GADIS BERMATA SAYU, "Tuan putri siapa gerangankah namamu?" Namun ketika cinta menjadi puisi, maka "Sajakku menjadi saksi," dalam puisi SAJAKKU. Betapapun sakit, betapapun perihnya. Juga saat cinta betapa manisnya.

Para penyair di buku ini tetap memetik bulan, bunga, ombak, angin, bintang, menjadi bongkah-bongkah ungkapan jiwa tentang cinta. Meskipun yang lebih banyak dilihatnya adalah dinding supermarket, jalan tol, gawai dan bioskop, dering telpon dan klakson mobil di depan pintu indekost, kartu debit atau chit-chat yang masih berlangsung dan tak ada ujung.

Saya merasakan besarnya gairah berpuisi, yang menyerbu tanah gersang dimana puisi nyaris tak lagi dipercaya membawa pesan "perubahan" bagi kebaikan kehidupan. Lihatlah puisi HUJAN, karya Renanto Adi  putro:

Hujan

Merintik ramai
Menyerbu tanah gersang
Rindu mengejang


Komentar