Latest Posts

Menerbitkan Novel di Penerbit Indie? Why Not?

By 7/11/2018 10:59:00 PM



Ada yang merasa maju-mundur mau menerbitkan novel ke penerbit indie? Tiba-tiba merasa tidak pede, minder, takut, lalu kepikiran ‘nanti ada yang minat baca dan beli novelku atau tidak’. Atau merasa khawatir dipandang sebelah mata karena novel kamu terbit secara indie, di mana tidak ada proses seleksi, asal mau bayar bisa deh langsung terbit.

Nah daripada galau, baca tips dari Hanami dulu yuk, Kak.


1. Ikuti lomba menulis penerbit indie untuk mengukur skill menulis


 
Kalau merasa BARU bisa menulis, kami sarankan jangan langsung menerbitkan buku di penerbit indie ya. Ikutlah lomba menulis. Kalau kamu pemula, ikutlah lomba menulis cerpen. Kalau berani menantang diri sendiri, ikutlah lomba menulis novel. Jika hasilnya lolos, artinya kamu sudah punya skill, tinggal diasah lagi maka kamu sudah punya cukup modal untuk menerbitkan novel. Jika hasilnya belum lolos, maka coba terus sampai lolos. Pokoknya jangan menyerah, ya.

2. Perbanyak membaca novel orang lain
 
Dari sekian banyak novel yang kamu baca, kamu akan menemukan novel favorit. Amati novel favorit kamu dan analisis hal-hal apa yang membuat novel itu menjadi begitu mengagumkan. Sehingga, kamu punya gambaran novel yang bagus itu seperti apa. Lalu terapkan pada naskah kamu.

3. Mulailah mencari ide menulis novel


Tingkatkan kepekaan terhadap sekitar karena ide bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Catat jika kamu menemukan hal menarik untuk dituangkan dalam novel. 

4. Membuat draft sebagai pedoman menulis novel


Sebenarnya tidak wajib membuat draft, tetapi kamu akan lebih mudah menyelesaikan novel jika kamu membuat draft terlebih dulu. Kalau tidak membuat draft, maka sampai satu tahun pun novel kamu bisa tidak selesai, lho. Waduh gawat! Buatlah draft berupa premis, sinopsis, dan outline. Penjelasan mengenai tiga hal itu bisa dicari sendiri di google, ya.

5. Menulis dengan serius 


Menulislah seolah kamu ingin membaca novel yang bagus. Oleh karena itu, lakukan riset yang mendalam, perhatikan kerapian naskah, sesuaikan dengan pedoman KBBI dan EBI. Percaya deh kalau kamu sudah sering membaca novel orang lain, maka tahap ini akan berjalan lancar. Jadi kalau tidak mau membaca, jangan harap bisa membuat novel yang bagus, ya.

6. Lakukan self-editing


Peraturan utama dalam menulis novel adalah dilarang mengandalkan editor. Editor memang bertugas mengedit naskah, namun bukan berarti kamu bebas menimpakan kesalahan penulisan sepele kepada editor, ya. Percaya atau tidak, editor penerbit mayor sekalipun akan langsung membuang naskah yang tidak rapi, banyak typo, kesalahan tanda baca di mana-mana, dan sebagainya. Kesimpulannya, kalau mau naskah kamu diedit oleh editor secara optimal, maka buatlah editor terkesan dengan naskah kamu. Caranya lakukanlah self-editing.

7. Kirim naskah ke penerbit indie untuk diterbitkan
Dalam tahap ini, silakan aktif berdiskusi dengan penerbit indie. Apakah naskah kamu butuh direvisi? Jika iya, maka kamu harus siap-siap merevisi. Jika tidak, maka silakan menunggu proses penerbitan. Tunggulah dengan sabar, tidak perlu rajin bertanya kapan buku kamu terbit. Jangan ragu juga untuk berdiskusi dengan pihak penerbit kalau kamu punya ide untuk mempromosikan novel kamu nantinya.

Pada akhirnya, penerbit indie hanya bertugas memfasilitasi, ya karena semua tergantung masing-masing penulis? Tentu ingin karya kamu dihargai kan? Tidak ingin dipandang sebelah mata kan? Apalagi karya berupa novel yang mana proses pembuatannya membutuhkan tenaga ekstra, juga mengorbankan banyak waktu.

Silakan share ke teman-teman kamu jika tips ini bermanfaat.






You Might Also Like

1 komentar