Latest Posts

Dandelion



Judul: Dandelion
Penulis: Yongmina
Kategori: Novel

Tebal: 234 hlmn. 13 x 19 cm
Harga: Rp 57.000

Info pemesanan hubungi Penerbit Hanami
WA: 08989051690
Line: penerbithanami

“Kau sakit?” tanyaku saat pulang sekolah.
“Aku tidak sakit” Dia tersenyum dan membelai rambutku.
“Sebentar lagi akan ada upacara kelulusan, aku akan berpidato.” Aku menatapnya seolah besok aku masih bisa melakukannya.
“Gadis pintar, apa yang akan kau katakan di pidatomu?”
“Hmmm, aku tidak ingin lulus dari sekolah agar bisa terus bersama Kim Hyung Jae ssi dan aku menyukaimu setiap hari.”
“Hahahaha, apa di otakmu hanya ada aku?”
“Eo, bagaimana ini?” tanyaku merengek padanya.

Sejak saat itu, aku terus merengek padanya. Aku hanya terus membututinya ketika pulang sekolah dan di sekolah. Aku bahkan ikut membantunya bekerja di kedai ramyun sebagai ganti Cattline di sana hanya untuk bisa bersamanya. Saat akhir musim dingin tiba, saat semua salju sudah tidak terlihat dan bersamaan dengan musim yang berganti, Darrenku juga ikut menghilang, dia hilang bersama dinginnya salju yang mencair. Hari-hari menuju hari kelulusan membuatku seperti dihantam palu godam. Di akhir musim dingin yang panjang Darren tidak nampak di sekolah. Aku bahkan menemui ibunya, dia melihatku dengan tatapan haru, dia tidak menangis meski itu terasa menyedihkan.

Buku ini, untuk kalian yang mempercayainya, yang percaya bahwa peri itu benar-benar ada di dunia. Untuk kalian yang percaya bahwa jatuh cinta dan patah hati bersifat sementara. Kau akan jatuh cinta lagi lalu patah hati lagi sekalipun kau seorang peri.
Saat membacanya kau akan bertemu seorang peri yang wajahnya mirip Kang Seung Yoon Winner, aku tidak janji tapi kau bisa jatuh cinta nanti!

Manusia Batu 2


Judul: Manusia Batu 2
Penulis: Rumisih Roem
Kategori: Novel untuk semua umur

Tebal: 271 hlmn. 14 x 21 cm
Harga: Rp 66.000

Info pemesanan hubungi Penerbit Hanami
WA: 08989051690
Line: penerbithanami
Arum, gadis kecil yang dilahirkan dari keluarga miskin. Ia anak kedelapan dari sebelas bersaudara. Perpindahan rumah yang sering terjadi menjadikannya harus pandai beradaptasi. Keras dan ganasnya gelombang kehidupan dengan segala kepapaan dan panjangnya penderitaan yang ia alami menjadikan ia manusia bodoh, pandir, dan tak berpendidikan.

Perjalanan hidupnya yang tidak menentu menjadikan ia berjuang keras: membantu orang tua dalam mempertahankan dan menyambung hidup. Mencari dan mengumpulkan batu adalah aktivitas dan rutinitas sepulang sekolah.
Berkat kerja keras, keuletan, dan kedisiplinannya ia mencoba mengais pengetahuan dan keterampilan di sekolah. Terlambatnya ia masuk sekolah tak menghalangi dan menyurutkan semangat dan minatnya untuk menuntut ilmu.

Berkat bantuan orang-orang terdekat ditambah semangatnya yang menyala-nyala untuk melawan kebodohan, kepapaan, dan kemelaratan hidup keluarganya, maka lambat laun mulai terkuak, terbuka tabir kelabu yang selalu melingkupinya.

Bagaimana ia dan keluarganya mampu mendobrak pintu kebodohan? Apa yang telah ia lakukan?